Rabu, 10 Juli 2013

Kalah Atau Menang Bukan Hal Penting

Untuk siapa kami menggelar-gelar kemuliaan demi kemuliaan yang sebenarnya cuma bentuk gimmick gempita sesaat yang hanya muncul di awal paragraf?

Bukankah menyebalkan mengetahui darimana asal jalan sebuah keriaan yang sebenarnya hanya bayang-bayang tanpa tuan? Dengan apa kita menyatakan segala macam bentuk kejemu-jemuan sebenarnya yang mungkin tak satupun kawanan koloni singa lapar ini tahu? Tunggu, apa aku terlalu sering menuliskan kata semu dalam tulisan-tulisanku?

Kutulis semua kesemuan yang ada padaku dalam layar tanpa garis yang entah telah menjadi tambatanku akhir-akhir ini dan masih belum dapat kuputuskan untuk berapa lama lagi aku akan seperti ini. Terlalu lelah, semua orang terlalu lelah bermain-main dengan pikiran mereka sendiri. Pun juga denganku. Ini yang aku bisa. Menyusun ulang huruf a sampai z untuk kemudian kupajang di laman diaryku yang kemudian kau bisa baca untuk mencari tahu makhluk apakah sebenarnya aku ini. Ya kan?

Sampai kapan aku akan terus berada dalam kungkung segala hal yang kupikir memang sangat tidak jelas begini? Bagaimana aku dapat keluar dan menikmati udara kebebasan yang di langit-langitnya dapat kugantungi dengan jari-jariku hingga ketiakku dapat merasakan semilir angin yang katanya bisa membuat wangi deodorant baruku tercium sampai garis tak terbatas, sejauh pandanganku atas segala apa yang membuatku merasa benar-benar lepas? Paradoks.

Aku terjebak dalam tubuh dewasa. Aku berada dalam dimensi yang salah. Mungkin.

Kamis, 04 Juli 2013

Kelas Membaca

Aku, kamu snhajbdhej bdajsgfk asjfancjan fjgncnsfhkr hLSdn. jakshjhjn khrk ashfasjn caerck ajncnc djfhzx kasjbkasj asdhf uiasjlasjhr yhaksdhg jskhaowrh sdhad hasjnxnsurnzs dhNSdhKJSDh jddfjdkhfkdhychgxkujlk jj hidjfhf. sifhisyfj hishfhjdi idhjfiu yfjdju. idfhihihi udoifh asufhf djfadj yrzcho aifgudfh jfhajyh. usfhu ufaeybc sd  ud fiusad cudjfyi uefniuf udfdfuyrfz ufhaidsfh cnaidsf.

idasnfisdfh fuufjhosd ufhdofhzosf aku kamu fjdf  fghfg kudfhz dfgzxf. udfiyrfyzfhu faff fudfudfyaoifoF IUSDHifh jfghofthsdii.sfh dkjfy urafsjdhsdfur difhsohdfhtr. udkfujsdfijsidf fisdfhtu budfhsodifh uifhosidf. udfhuyhsd forhsudfh nbjdfhsdb. hifhosdh sdhaloko jdfhlskdif idjoihyadh udfh. udyhigythu udfhiadu odshoasdfhgudf. hihiohh idfyoafhhg. f isodfhyr uiuafyh dAs asifyodgoyf sidhidufisd iudhiusdf iudfiudfhf iusuysd idgisufisdu fsiduft kdhfjsdhryzdfyisd fisdyrsudo adfvnbmfdf. ufoierhd uasfrh udsufyriafu idfyiae ieharuh asdhf asufhe hoau asifhgao sifhehfoa foiafy ehfiasf idufhoa rfaf oduho afhudf fuhdfhdf  dfuhr duf sdf id. ufguryas ufgtuf dufdf udfhufhh uasfyasuj dufan usfyes. hrhs usfysodug iysdtsb rha sfyd ujsyrhsa sfysfhrysj sdjrys hfdfrujh dhtdjhsdj ksdhfjd ksdjrhsu.

jadhjgfka sjfhsjsd lksjda ladje hadjfh kaejhd jdheha djaehd jedhdna kaja jdhakejd jadkhf kdff. jdheadnj, dahakbad gdbjdbhe jdhfnvbcn cvndfbdjdbvn djfhabfhfba dhfbnhsdhfhn mfhkjdvh jdfhajdfhj. Jahsjgdhdf ffhdjdrhdj drdjskio kakeidk keirkso disrkiskopl kaeiakdieajd opoleoejd orldoljdl rklakdiejs ksiksdik lakeiskjla dkejlaiekha kdjej.

Aku, kamu. iafhf iudsfhudrhasfd dkdsjgfjfhdifj kita jdhfkjdfnrh sdfnsdfnsk. dfihafhr udfhjdryhzfjafg sadiufhuguisd sdiughusdhu idhiohuhdfjhsdgfj jdhsdg. uhusighsdghdsight. jsdhsdy hfsuidgnh ishdfiu syhhug hysdjgh suhsdgjf. 

Mengerti?

Rabu, 03 Juli 2013

Bayi Unta, Riding Horse, dan Seorang Pemabuk

Jadi apa yang sedang kamu lakukan sekarang? Memikirkanku? Aku tahu jelas tidak akan.

Terus saja aku menganalisa keberadaanmu, sedang apa kamu, sedang melakukan apa kamu. Ada banyak yang harus kupikirkan selain kamu, tapi aku bisa apa jika memang aku tiada berkehendak untuk melepaskan sudut penglihatanku darimu. Penglihatan mata batinku atas segala apa yang menyangkut tentang kamu.


Tidakkah ini cukup terdengar menyedihkan untuk kamu baca? Selamat, kamu telah menjamah ruang semuku dengan sangat mengagumkan. Tapi belum, ini belum masuk bagian yang paling menyedihkan.

Tentang bagaimana seekor bayi unta dibiarkan berjalan sendiri mendekat pada oase sedang sang kakak tahu bahwa itu hanya sebuah ilusi tapi tiada pernah ia melarang atau memperingatkan bayi unta tersebut untuk berhenti. Justru sedari awal dia memupuk perasaan si unta kecil malang untuk terus berjalan mendekat. Jahat? Tidak, dia membiarkannya belajar. Dia sadar betul telah beradik lebih pintar darinya.

Riding horse, riding horse, riding in the subway groove..
Moonlight soar, riding horse, poor you circling on a floating cube..

Apa yang harus kulakukan jika kamu mendapati teman perempuanmu sama-sama mabuk tapi tetap tak dikatakan bahwa ia benar-benar turut mabuk sampai pada suatu hari kau merasa kecewa karena terus saja ia berkata tidak mabuk tapi padahal sebenarnya mabuk? 

Kenapa dia membiarkanku merasa mabuk sendirian? Apa salahnya jika kami saling mengakui bahwa kami sama-sama mabuk? Apa dia malu? Apa dia sengaja mengajakku untuk mabuk lebih dalam untuk kemudian melihatku muak sampai muntah? Lucu. Semua berjalan sangat lucu. Tak seorangpun kuceritai bahwa aku mabuk kecuali dia yang kuanggap tak pernah mabuk. Keterlaluan.

Siapa yang bodoh? Aku? Damn.

Aku merasa tak ingin berhenti megira-ira. Merasa ingin terus tertawa setelahnya karena mengetahui kenyataan bahwa aku sungguhpun tak lebih mabuk dari temanku. Tak lebih tenggelam daripadanya. Beruntung aku hanya sempat minum satu gelas. Oh mungkin karena terlalu mabuknya jadi ia tak sadar jika sedang mabuk juga? Dasar pemabuk.

Senin, 01 Juli 2013

Delapan Paragraf Untuk Yang Tak Satupun Benar Aku Tahu

This like a particular issue to write before i move passing a gloomy day.

Bukan pengantar yang sesuai untuk menunjukkan isi cerita yang akan aku tulis. Sebenarnya, jika ingin jujur, aku tidak tahu benar arti particular di sini. Ya, kalian boleh tertawa.

Paragraf kedua. Kalian tahu apa yang sedang kucemaskan? Tidak, bukan lagi menyoal masa depan atau hal rengek-rengek mengenai masalah warna baju dan celana. Penantian. Membosankan memang, aku sedang menunggu dan menduga-duga penuh harap atas beberapa hal manis yang kualami belakangan ini.

Paragraf ketiga. Tentang apa dan siapa, tidak akan kujelaskan. Anggap saja ini hari natal yang setiap anak rela menggantungkan kaus kaki hangatnya di depan pintu dan perapian. Untuk siapa? Santa. Siapa Santa? Apakah dia akan benar-benar datang? Tidak.

Paragraf keempat. Setelah kupikir-pikir, benar aku adalah analogi dari gadis kecil penunggu perapian untuk sebuah kado dari Santa. Pikiranku hanya tertuju pada satu pusat, objek misterius, Santa.

Paragraf  kelima. Dia mengetahui dengan pasti bahwa hal yang paling kusenangi adalah selalu dalam pelukannya. Membenamkan diri dalam sela-sela antara kedua bahunya yang lebar dan besar. Bahu paling hangat sekaligus paling nyaman untuk kemudian kuletakkan daguku dan menahan wajahku dengan mata yang mengatup. Aku seperti menggantung di dadanya.

Paragraf keenam. Bagaimana mungkin Santa yang entah keberadaannya nyata atau tidak mampu membuatnya rela berdiam di depan perapian menunggui kantung kaos kalinya penuh?

Paragraf ketujuh. Aku pernah sekali mencoba mendaratkan bibirku di keningnya ketika dia tidur. Dia tidak tahu, memang karena aku sedikit malu-malu. Wajah tidur. Kupandangi sampai bosan. Bisa, dia bisa membuatku melakukan hal seperti itu dengan dekapan yang hanya berlangsung dua detik. Kau tau berapa lama aku memandanginya? Dua jam. Kau tau apa yang kupikirkan? Teh. Mungkin akan lebih baik jika ketika dia bangun aku membuat secangkir teh.

Paragraf kedelapan. Ada satu masa yang seharusnya dapat dijadikan titik perenungan untuk manusia-manusia sekarang. Demi perspektif tak terjamah dan “Apa kabar, Maria?”

Kamis, 20 Juni 2013

Entirely Stupid - Me


I know I stand in line until you think you have the time
To spend an evening with me
And if we go someplace to dance, I know that there's a chance
You won't be leaving with me
And afterwards we drop into a quiet little place and have a drink or two
And then I go and spoil it all by saying something stupid like "I love you"

I can see it in your eyes

That you despise the same old lies you heard the night before
And though it's just a line to you, for me it's true
And never seemed so right before

I practice every day to find some clever lines to say

To make the meaning come through
But then I think I'll wait until the evening gets late and I'm alone with you
The time is right, your perfume fills my head, the stars get red and, oh, the night's so blue
And then I go and spoil it all by saying something stupid like "I love you"


The time is right, your perfume fills my head, the stars get red and, oh, the night's so blue

And then I go and spoil it all by sayin' something stupid like "I love you"

I love you

I love you
I love you

I love you 


Dengarkan disini .